Arif Grosir Organizer Tulungagung Usaha Membuat Rak Sepatu Beromzet 50Jt/bulan


Arif Grosir Organizer ini beralamatkan di desa Gandong Kecamatan Bandung  Kabupaten Tulungagung. Yang di prakarsai oleh sepasang suami istri Zaenal Arifin dan Uswatul Chusna.

Menurut cerita dari mba Uswatul Chusna ide bisnis membuat tas atau rak sepatu ini di mulai sekitar tahun 2014, yang pada waktu itu awalnya dia hanya menjual rak organizer saja dan untuk produk tersebut masih mengambil dari suplier atau istilah lainnya kulakan dari daerah Ngunut (bagian timur Tulungagung)

Di rasa jualnya semakin lama tetep jalan alias tetep saja ada peminatnya maka mas Zaenal Arifin punya gagasan untuk membuat sendiri aneka tas tersebut karena di daerah sekitar rumahnya di rasa sama sekali belum ada orang yang membuat usaha semacam itu.

Baca juga artikel berikut ini: 

Hasil karya dari Arif Grosir Organizer ini menurut mbak Uswatul Chusna ada dua versi. Yang pertama adalah mampu menciptakan sedikit banyak lapangan pekerjaan khususnya bagi tetangga yang memiliki mesin jahit sendiri di rumahnya. Dan hasil karya yang kedua tentunya adalah karya atau produk  dari rumah produksi Arif Grosir Organizer di antaranya   rak tas, rak sepatu, hanger jilbap, rak underware, rak serbaguna, rak kosmetik, rak helm dan lain lain.

Arif Grosir Organizer sampai saat ini sudah memiliki 16 orang karyawan untuk membantu produksi yang terdiri dari 15 orang penjahit dan 1 orang yang bertugas memotong kain, plastik dan lain lain atau intinya adalah yang bertugas untuk membuat pola. Untuk berapa besar upah yang di berikan kepada 16 teman kerjanya itu tidak pasti, karena gaji yang di berikan adalah tergantung dari berapa banyak produk yang berhasil di jahit, dan setiap produk memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dan berbeda pula dalam memberikan upah.

Berbicara bisnis atau usaha tentunya kita penasaran berapa sih omzetnya dalam berjualan rak tas ini? Menurut informasi dari mbak Uswatul Chusna kepada salah satu tim dari BankSyarif.com dia bercerita untuk omzet itu perbulan adalah sektiar 50 juta ripiah, bahkan bisa lebih pada saat musim tertentu.

Untuk pemasaran produk hasil karyanya sudah alhamdulillah sudah pernah kirim ke seluruh daerah yang ada di Indonesia, bahkan pernah kirim samapi ke luar negeri Hongkong dan Malaysia.

Bicara bisnis tentunya tidak lepas dari yang namnya kendala. Kendala yang di alami adalah ketika bareng-barang pesanan dari customers yang besar datang, sangat kelelahan karena penjahitnya masih kurang. Kedua kendala nya yaitu pas pesanan banyak para penjahit banyak yang libur karena sakit ataupun ada kepentingan lain.

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like: