Sempat Jadi Pedagang Asongan Pemuda asal Trenggalek ini Menggeluti Usaha Batu Akik dan Menembus Pasar Mancanegara

Beberapa tahun yang lalu kita merasakan kehebohan tentang batu akik, dimana-mana gandrung akan batu akik, mulai dari balita sampai dewasa tau dan beramai-ramai turun ke jalan, sungai untuk sekedar mencari batu yang di anggap bagus dan keramat untuk di jadikan mata cincin itu. Harganyapun kalau dengar di berita ada yang mencapai ratusan juta. Namun lambat laun kehebohan itu mulai surut di telinga sekitar kita. Entah karena apa ataukah ada benda lain lagi yang lebih trending dari batu akik itu.

Masa trending itu dimanfaatkan pula oleh  Ahmad Deddy seorang pemuda dari kec. Dongko Trenggalek untuk ikut andil mencari batu dan dijual kembali atau ditukar dengan uang rupiah. Awal cerita itu kurang lebih 3 tahun yang lalu ketika dia menemukan sebuah batu yang di anggap bagus di sebuah sungai lalu di jual dan mendapatkan uang sekitar 1 juta rupiah.
Dari pendapatan 1 juta di atas  dia memberanikan diri untuk memutar uang modal, awalnya dia menggunakan uang 300 ribu dari hasil jualan batu itu untuk membeli kembali batu di tempat galian atau istilahnya di sebut kulakan batu.

Waktu terus berjalan hingga dia meraskan bahwa jualan batunya itu menghasilkan dan patut untuk di pertahankan. Dari awalnya hanya jualan batu mentah kini mulai berfikir untuk mengembangkan kreatifitasnya, dia mulai membeli peralatan potong batu, poles batu untuk membuat kerajinan batu akik sendiri di rumahnya tepatnya di Ds. Cakul Kec. Dongko Trenggalek.
Karena keterbatasan skil maupun tenaga dalam pengolahan batu, Deddy meminta bantuan tetangganya untuk di ajak kerja bareng sebagai pemotong sekaligus pemoles batu yang kemudian di jadikan mata cincin atau akik. Dan sampai saat ini dia di bantu oleh 3 orang tetanggnya untuk menjadi tukang poles, dengan gaji rata rata 1.5 jta perbulan untuk 1 orang.
Untuk pemasaran hasil karyanya tersebut dia hanya mengandalkan jajaring social facebook, dia mulai rajin join group-group facebook yang berkaitan dengna jual beli batu akik. Tidak hanya group Indonesia melainkan group luar negeripun dia bergabung guna dapat posting dagangannya itu.
Keuletan dan kegigihannya dalam bertahan jualan akik tidak sia-sia sia begitu saja. Bahkan yang di Indonesia pada saat ini peminat batu akik sangat sepi kejadian ini tidak demikian pada peluang pasar luar negri, peminat batu akik di luar negeri masih sangat banyak sehingga kesempatan ini mejadi jalan rejeki bagi Deddy untuk terus berkarya dan menjual hasil karyanya ke pasar luar negeri. Pasar mancaneraga itu antara lain USA, Australia, Prancir, Vietnam, Pakistan dan lain lain, dan untuk pasar Indonesia sendiri rata rata sudah pernah kirim ke berbagai pelosok.
Bicara omset atau pendapatan kotor dari transaksi jual beli batu akik tersebut dia bercerita rata-rata mendapatkan hasil dia atas 6 juta perbulan, kalau lagi hoki bahkan sampai belasan juta tuturnya. Lumayan bukan?

Tapi terlepas dari itu ada beberapa kendala yang di alami Deddy, yaitu  terbatasnya bahan batu lumut Trenggalek dan harga di lokasi galian semakin mahal. Sedangkan harga jual bukan makin mahal tapi  makin anjlok habis-habisan itu semua karena adanya pendatang baru di dunia kerajinan akik yang menjual di bawah pasaran harga Deddy.

Ow iya tadi belum bercerita. Dulu sebelum menekuni kerajinan batu ini Deddy sempat bekerja Mulai dari pedagang asongan , krja bangunan, kuli panggul beras, kerja pabrik.serabutan seadanya. Dan saat ini Alhamdulilah dia hanya bekerja di rumah sambil bermain HP.

Demikian ulasan ini semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita ya gaes, intinya segala sesuai itu harus di kerjakan dengan ulet dan sungguh-sungguh agar dapat menikmati hasil yang maksimal. Jangan lula share jika bermanfaat




Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like: