SAMUT CATERING – Dari Hobi Hingga Menjadi Peluang Binis dengan Omzet 30 jutaan


Bekerja dan berkarnya sesuai dengan hobi kita masing-masing memang menyenangkan ya gaes? Apalagi dari hobi bisa menghasilkan uang, wah tentunya sesuatu banget loh rasanya. Bekerja senang tanpa paksaan dapat income pula. Hmmm kamu mau seperti itu? Simak ulasan berikut ini ya gaes!!!

SAMUT CATERING, Brand atau nama merek tersebut terlihat keren ya gaes, awalnya nama itu  saya kira berasal dari kata niSA iMUT, oh ternyatanya setelah saya gali informasi ternyata bukan itu artinya. Samut di ambil dari nama kedua orang tua si pemilih samut catering tersebut yaitu dari kata SALIM (Bapak) dan MUTI (Ibu).

Baca juga artikel berikut ini:


Samut Katering ini di prakarsai oleh seorang ibu muda dari Blitar, namanya adalah Nisa  yang beralamatkan di Rt4/4 dsn Bakalan ds. Wonodadi, wonodadi Blitar. Dia bercerita mengapa ke bsnis kuliner karena memang berangkat dari hobinya  masak dan banyak dukungan dr kawan, pada saat itu ada kesempatan saat diminta membuat nasi bento oleh berapa tetangga untuk sebuah acara, dan waktu itu acara nya adalah Maulid Nabi, biasanya acara tersebut warga sekitar membuat bungkusan nasi dan di bawa ke masjid atau musola terdekat. Dari situlah karya nasi bento ibu muda ini mulai di kenal tetangga dan warga sekitar. Karena masakannya bisa di terima di warga sekitar dia mencoba iseng untuk mengunggah media sosial facebook pada waktu itu, ya tujuannya ada sedikit promosi lajh agar masakannya daat di lihat dan di kenal oleh warga jajaring sosial. Dan ternyata minat warga facebook sangat banyak akan masakan Nisa ini, dan sampai saat ini pun masih memromosikan usaha cateringnya lewat facebook.

Samut Catering saat ini melayani pemesanan Nasi kotak, nasi bungkus, tumpeng, tumpeng mini, tumpeng karakter, bento, nasi kuning karakter, berkatan, aneka hidangan, lauk dan lain-lain. Dan untuk pemesanannya dia sering mendapatkan pesanan dari daerah sekitar Blitar, Tulungagung dan Kediri, bahkan sudah pernah kirim makanan ke Luar Negeri berupa sambal dan masakan kering.


Dalam memasak dia di bantu oleh suami dan empat ibu rumah tangga yang berasal dari lingkungan sekitarnya, ketia ibu tersebut adalah bertugas menyiapkan bahan makanan, menata kemasan, bersih-bersih. Sedangkan untuk memasak dan meracik bumbu di lakukan Nisa sendiri, mungkin agar cita rasanya tidak berubah ya gaes.

Sekarang bicara kendala ya gaes, menurutnya kendala yang dialami yaitu maslah armada pada saat pesanan banyak sering keteteran dan dapur kusus yang belum tersedia.. Armada masih bisa carter/mnggunakan jasa ojek/kurir. Sedang masalah dapur masih menggunakan dapur rumahan.

Setelah bicara kendala sekarang bicara jumlah order dalam satu bulan dan tentunya mengarah kepada omzet. Dia mengaku dalam satu bulan rata rata ada pesanan ada 20 hari full order, dan bicara omzet dia mengaku perkiraan dan rata rata omzet yang di dapat dalam satu bulan adalah sektiar 30 juta rupiah, dan dia berharap untuk bulan-bulan berikutnya mampu menghasilkan omzet  yang lebih banyak, amin

Dari ulasan di atas, semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua ya gaes, bahwa hobi itu jika di tekuni akan menghasilkan sesuatu nilai lebih.

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like: